Game Pick-Up Topics

Game Playstation 4 dengan tema cerita berat bagi gamer Jepang

Salah satu daya tarik dari video game adalah jalan cerita, dan tidak sedikit video game yang memiliki jalan cerita yang sangat dalam serta penuh intrik sehingga perasaan pemain ikut larut di dalamnya dan meninggalkan kesan yang mendalam. Selera gamer barat dan gamer di Jepang dalam hal jalan cerita berat memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan di Jepang sudah sangat banyak film, game, maupun hiburan lainnya dengan cerita yang berat menjadi santapan sehari-hari orang-orang Jepang. Karenanya, game yang dianggap memiliki cerita yang berat dan membawa emosional pemainnya adalah sesuatu yang berbeda dari yang sudah dianggap umum. Ingin tahu apa saja game di Playstation 4 yang dianggap memiliki cerita yang berat bagi gamer di Jepang? Berikut 3 game yang paling mewakili kategori game dengan tema cerita berat bagi gamer Jepang.

– 13 Sentinels: Aegis Rim

Sebuah game cross-genre yang dikembangkan oleh Vanillaware dan dipasarkan oleh Atlus yang keduanya sudah memiliki fans utama. Bercerita mengenai tiga belas siswa sekolah menengah di tahun 1980-an di Jepang yang terseret ke dalam perang futuristik menggunakan mecha dan musuh misterius yang disebut Kaiju. Awalnya dijadwalkan untuk rilis 2018 di PlayStation 4 dan PlayStation Vita, permainan ditunda ke 2019 dengan versi Vita dibatalkan.Sebuah game dimana pemainnya mengendalikan tiga belas karakter berbeda, yang berinteraksi satu sama lain untuk membangun narasi yang lebih besar. Gameplay dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian “petualangan”, dengan eksplorasi dan dialog yang diprioritaskan untuk membentuk narasi, bagian “battle” dimana pemain akan memainkan para karakter yang mengendalikan mecha dalam pertempuran real-time melawan Kaijuu, dan bagian “arsip”, yang mendokumentasikan berbagai event penting dan item serta karakter penting yang didapat. Menyatukan narasi dengan memainkan tiga belas karakter yang berbeda memberikan pengalaman baru yang berbeda dan menjadi sebuah genre yang baru di dunia game. Narasi yang dibentukpun memiliki kedalaman cerita yang membawa emosi pemain untuk terjun langsung membentuk narasi tersebut. Game ini memenangkan penghargaan untuk “Skenario Terbaik” dan “Game Petualangan Terbaik” di Famitsu Dengeki Game Awards 2019, sedangkan nominasi lain yang didapat adalah “Game of the Year”, “Grafis Terbaik”, dan “Game Rookie Terbaik”.

– 428: Shibuya Scramble

Game petualangan novel visual yang diproduksi oleh Koichi Nakamura dengan Jiro Ishii sebagai produser eksekutif, yang dikembangkan oleh perusahaan Nakamura, Chunsoft, dan awalnya dipasarkan oleh Sega. Awalnya dirilis di Jepang untuk konsol Wii pada tanggal 4 Desember 2008. Setelah itu diport ke PlayStation 3 dan PlayStation Portable oleh Spike pada September 2009. Versi untuk iOS dan Android kemudian dirilis pada November 2011. Selanjutnya, versi PlayStation 4 dan Microsoft Windows dirilis pada September 2018. Game ini mengambil latar tempat di Shibuya Tokyo, di mana narasi menggunakan kombinasi teks berjalan, gambar aksi langsung, dan video. Game ini berbagi banyak elemen cerita dan gameplay dengan Machi, game visual novel buatan Chunsoft tahun 1998, dimana faktor yang paling menonjol adalah menggunakan Shibuya sebagai latar tempat. Meskipun Chunsoft tidak secara terbuka menyatakan 428 adalah sekuel dari Machi, game ini mengandung banyak berhubungan dengan Machi. Game ini mendapat apresiasi tinggi dari para kritikus, mendapatkan skor sempurna di Famitsu Weekly, majalah video game terbesar yang beredar di Jepang, serta mendapat pujian dari publikasi internasional. Menampilkan skenario khusus yang dibuat oleh Kinoko Nasu dan Takashi Takeuchi dari Type-Moon yang masing-masing menulis dan menyediakan desain karakter untuk skenario mereka. Skenario ini oleh Type-Moon mendapat sekuel sebagai serial televisi anime berjudul Canaan, yang ditayangkan di Jepang dari Juli hingga September 2009. Serangkaian buku novel berdasarkan game ini diterbitkan oleh Kodansha antara bulan September dan Desember 2009. Pemandangan Shibuya selama 10 tahun ke belakang sebagai latar tempat, menjadi salah satu daya tarik game ini.

– Detroit: Become Human

Game ini sudah dikenal semua pengguna Playstation 4 karena selain dipasarkan secara international, sempat juga mendapatkan perhatian khusus dari segi grafis dan cerita. Game ini didasarkan pada demonstrasi teknologi Kara dari Quantic Dream 2012 Kara, yang juga dibintangi Curry. Dalam pembuatannya, para pengembang mengunjungi langsung kota Detroit, Michigan. Alur cerita dibuat oleh penulis dan sutradara David Cage yang diselesaikannya dalam waktu dua tahun. Pengembang juga membuat engine game baru untuk menyempurnakan game serta merekrut ratusan aktor sebelum memulai proses pemotretan dan pengerjaan animasi. Philip Sheppard, Nima Fakhrara, dan John Paesano masing-masing memerankan Kara, Connor, dan Markus. Game ini disambut dengan ulasan yang umumnya baik dari para kritikus, yang memuji latar, visual, momen kecil dalam cerita, karakter utama, aktor suara, pilihan dampak pada narasi, dan fitur diagram alur. Game ini adalah game Quantic Dream yang paling sukses, dengan penjualan melebihi 3 juta kopi. Game ini membuat pemain merenungi eksistensi manusia dan android, bagaimana andorid berusaha untuk bisa hidup bersama manusia, dimana hal ini menguak berbagai permasalahan sosial di kehidupan sosial masa kini.

Related posts

Leave a Comment