Features Travel & Culture

Hanae Mori – Vital Type: The 100th Anniversary of Birth Exhibition

Menyaksikan Kehidupan Seorang Maestro: Jelajah Istimewa tentang Pengusaha Perempuan Jepang Internasional Pertama

Pameran ini digelar untuk merangkum semangat dan motivasi dari perempuan pertama keturunan Asia yang berhasil diterima luas di pasar internasional. Semuanya berawal dari tekadnya untuk membuktikan bahwa produk Jepang bukan sekadar “blus satu dolar buatan Jepang” – sebuah pemandangan yang pertama kali ia lihat di lantai dasar sebuah department store ternama di kota New York. Baginya, produk Jepang seharusnya memiliki kualitas yang setara dengan barang-barang bermerek yang dipajang di lantai atas toko tersebut.

Hanae Mori memiliki tekad yang luar biasa untuk membalikkan pandangan dunia terhadap produk Jepang. Ia ingin menempatkan karya-karya Jepang sebagai produk artisan bernilai tinggi dan berkelas internasional — dan ia benar-benar berhasil mewujudkannya.

Pameran “Hanae Mori – Vital Type: The 100th Anniversary of Birth” merupakan sebuah perayaan untuk mengenang 100 tahun kelahiran desainer ternama dunia tersebut. Setelah wafat pada tahun 2022, pameran ini menjadi retrospektif terbesar yang pernah diselenggarakan mengenai Hanae Mori. Ia dikenal sebagai salah satu desainer mode Jepang paling berpengaruh melalui karya ready-to-wear, haute couture, butik ritel, kostum film, hingga pengaruh sosialnya di Jepang maupun dunia internasional sepanjang dekade 1950–1990-an.

Warisan besar yang ditinggalkannya hanya dapat terwujud karena Hanae Mori percaya pada dirinya sendiri, menghargai dirinya, dan memberi ruang bagi dirinya untuk tumbuh sebagai individu yang utuh. Kita juga tidak boleh melupakan peran suaminya, Ken Mori, yang mendukung setiap langkah dan ambisinya sambil menjalankan kedai kopi miliknya. Bersama-sama, bisnis mereka berkembang dan saling memperkuat pengaruh satu sama lain. Kedai kopi tersebut sering dikunjungi editor, fotografer, hingga para auter film, yang secara tidak langsung membuka peluang bagi Hanae Mori untuk bertemu orang-orang penting pada waktu yang tepat. Apakah ini merupakan resep kesuksesan bagi perempuan — terutama seorang ibu — yang bermimpi menjadi wirausahawan? Saya dapat mengatakan dengan yakin: iya.

Pameran ini merangkai kisah kehidupan Mori secara intim sejak masa-masa awalnya yang sederhana, menjadikannya salah satu pameran paling komprehensif yang dapat dinikmati baik oleh penggemar lama, sejarawan, maupun orang awam yang ingin memahami perjalanan lengkap kehidupan seorang maestro dari Jepang pascaperang.

Saya sama sekali tidak menyangka akan “bertemu kembali” dengan sosok yang dijuluki “James Dean dari Jepang”, Ishihara Yujiro, melalui tayangan proyektor film Crazed Fruit, karena kostum film tersebut ternyata ditangani oleh Hanae Mori. Rasanya menarik bahwa pengalaman mempelajari sinema Jepang pascaperang hampir 12 tahun lalu kini terasa hidup kembali. Dari bagian pertama pameran ini, saya menemukan sisi baru dalam proses produksinya.

Related posts

Leave a Comment