Features Travel & Culture

Surrealism – Expanding from the Visual Arts to Advertising, Fashion and Interior Design Exhibition

Kehidupan dengan Surealisme: Seperti Berjalan dalam Kehidupan Sehari-hari

Anda mungkin sudah mengenal nama Junji Ito, mangaka terkenal dari Jepang yang baru-baru ini hadir di Jakarta melalui pameran Junji Ito: Mystery House (Junji Ito: Rumah Misteri) pada bulan Oktober 2025 hingga Januari 2026 kemrin. Anda mungkin juga mengenal maestro seni rupa kita sendiri, Affandi. Namun, Anda mungkin belum begitu familiar dengan nama-nama berikut: Man Ray, André Breton, dan Elsa Schiaparelli. Dalam dunia fotografi, seni rupa, dan mode, mereka adalah para inovator di industrinya. Lalu, apa hubungan antara Junji Ito, Affandi, dan mereka?

Jawabannya adalah Surealisme, sebuah gerakan seni yang berkembang dari tahun 1924 hingga 1950-an. Surealisme adalah gerakan artistik yang berusaha mencari realitas baru, sesuatu yang terasa lebih “aneh”, menghadirkan sensasi ganjil dan seolah tidak pada tempatnya. Dan jika Anda telah lama mengamati serta menikmati budaya Jepang, Anda pasti tahu bahwa mereka sangat mahir dalam memadukan unsur tren, keanehan, keunikan, keganjilan, hal-hal menarik, dan ide-ide di luar kebiasaan.

Mengunjungi pameran Surrealism: Expanding from the Visual Arts to Advertising, Fashion, and Interior Design di Tokyo Opera City Art Gallery adalah cara untuk membuka lapisan pemahaman baru, menggunakan konsep Barat untuk mengamati Timur.

Dan dengan memahami bagaimana gerakan Surealisme tidak hanya memengaruhi seni semata, tetapi juga berdampak luas pada seluruh aspek masyarakat, hingga mencakup bidang-bidang yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti majalah, periklanan, mode, dan desain interior, sesuatu yang bisa dilihat, disentuh, dibeli, dan dihuni oleh siapa saja dengan begitu alami hingga hampir terasa seperti hal yang sudah menjadi norma. Ekspresi visual serta dampak luas surealisme masih terus menghadirkan kejutan segar bahkan satu abad setelah kemunculannya.

Seperti yang dikatakan oleh kurator Hana Takigami, “Surealisme sangat populer di Jepang… Banyak orang Jepang tampaknya menganggap lukisan surealis—yang menggambarkan objek konkret (meskipun efek keseluruhannya terasa misterius dan sulit dipahami)—lebih mudah diakses dibandingkan Ekspresionisme Abstrak, seperti yang terlihat dalam karya Jackson Pollock atau Mark Rothko. Mungkin ini mencerminkan karakter orang Jepang. Alih-alih tergerak oleh warna dan bentuk abstrak, mereka tertarik pada rasa misteri yang menggunakan elemen konkret yang dapat dikenali sebagai titik acuan.”

Pameran yang luas ini dibagi menjadi enam bagian, memecah batas konsep-konsep artistik besar yang mungkin terasa tinggi atau sulit dipahami menjadi sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pameran ini mengajak Anda berjalan perlahan untuk melihat bagaimana surealisme hadir dalam keseharian kita—dan ternyata, kemunculannya jauh lebih sering daripada yang Anda bayangkan.

Baik bagi Anda yang ingin mempelajari gerakan seni ini untuk pertama kalinya, maupun penggemar sejarah yang mulai menghubungkan benang antara Barat dan Timur, pengalaman ini terasa relevan. Seperti kata pepatah, belajar akan lebih mudah dengan melihat dan mengalami langsung dibandingkan hanya membaca dari buku teks atau layar. Lalu, apa saja yang bisa Anda harapkan dari pameran ini?

Related posts

Leave a Comment