Pick-Up Topics

Memperkenalkan Kamen Rider ke teman wanita yang tidak suka tokusatsu dengan 3 seri Kamen Rider ini!

Tokusatsu sudah menjadi sebuah istilah yang identik dengan tayangan live action Jepang bertema hero, meskipun sebenarnya arti dari tokusatsu lebih luas. Tokusatsu tidak hanya sekedar memperlihatkan aksi para hero melawan kejahatan, tetapi seperti halnya anime, banyak memperlihatkan cerita drama dan pedoman hidup pemberi inspirasi yang menarik untuk diikuti. Kamen Rider bisa dikatakan sebagai seri tokusatsu yang sarat akan drama kehidupan. Dengan segala daya tarik yang dimilikinya ini, tentunya fans Kamen Rider ingin memperkenalkan Kamen Rider kepada orang yang belum mengenal tokusatsu.

Tetapi hal ini tidaklah mudah karena pandangan orang awam Indonesia dan impresi awal mengenai Kamen Rider yang sudah sangat kental sebagai film mengenai hero yang melawan monster kejahatan. Akan lebih sulit lagi kalau teman yang ingin dikenalkan dengan Kamen Rider adalah seorang wanita. Tidak jarang mereka akan pura-pura ikut menonton dan berkata “menarik” saat ditanya, tapi besoknya sudah lupa apa yang mereka tonton. Berdasarkan pengalaman mimin, ada beberapa seri Kamen Rider yang dijamin akan membuat wanita menjadi tertarik dengann ceritanya meskipun tidak menyukai tokusatsu. Ada baiknya jangan mengatakan film yang akan ditonton adalah Kamen Rider tapi sekedar film drama biasa.

Berikut seri Kamen Rider yang mimin rekomendasikan:

 

1. KAMEN RIDER 555 (FAIZ)
Tingkat keberhasilan 80%
Pribadi target: Penyuka cerita drama kehidupan dan tema yang berat.

STORY
Perusahaan Smart Brain, perusahaan paling kuat di dunia, sedang mencoba untuk mengambil alih dunia menggunakan Orphnoch, dan secara diam-diam ingin memusnahkan populasi manusia. Untuk tujuan ini, mereka mengembangkan tiga power armor, yang disebut Rider Gears (Delta, Faiz, dan Kaixa) untuk menemukan dan melindungi Raja Orphnoch, yang dapat memperbaiki cacat dalam DNA Orphnoch yang menyebabkan struktur genetik mereka mengarah ke kematian. Rider Gears dicuri oleh mantan kepala Smart Brain, Hanagata dan Goat Orphnoch. Dia mengirim Rider Gears ke anak-anak asuhnya (dijuluki “Ryuseiji”) supaya mereka dapat menghentikan Orphnoch mencapai tujuan mereka. Namun, Rider Gears dirancang hanya bisa digunakan Orphnoch, dan manusia tidak dapat mengaktifkan sistem tanpa menjalani modifikasi genetik. Seorang pemudia penyendiri, Takumi Inui, tanpa disadari terlibat dalam konflik antara Orphnoch dan manusia dan menjadi Kamen Rider Faiz untuk menyelamatkan nyawa Mari Sonoda, salah satu Ryuseiji. Smart Brain mulai menargetkannya dalam upaya untuk mengambil kembali Faiz Gear. Namun, ada perpecahan di antara Orphnoch, karena mereka yang ingin hidup berdampingan dengan manusia mulai melawan Smart Brain, yang pada gilirannya menargetkan mereka juga. Sebagian besar Orphnoch “pemberontak” ini banyak yang terbunuh, ada juga yang tetap netral dan ada yang mulai memihak Ryuseiji melawan Smart Brain. Ketika polisi Tokyo menemukan Orphnoch berada di belakang serangkaian pembunuhan aneh, mereka memulai operasi untuk memburu Orphenoch, tanpa mengetahui berbagai faksi yang terlibat. Mereka bahkan mulai melakukan berbagai percobaan pada Orphnoch yang ditangkap dalam upaya menemukan cara untuk menghancurkan mereka, meskipun ini tidak berjalan dengan baik. Raja Orphnoch akhirnya terbangun dalam diri seorang bocah lelaki bernama Teruo Suzuki, yang Naoya Kaido dan Keitaro Kikuchi selamatkan. Kelangsungan hidup umat manusia tergantung pada pemegang Rider Gears untuk bersatu dan berjuang.

DAYA TARIK
Sejak episode awal, nuansa drama sudah sangat terasa dengan pemandangan kota Kumamoto yang masih asri menjadi awal perjalanan Mari Sonoda ke Tokyo dan bertemu Takumi Inui. Sifat Takumi yang unik dan penuh misteri serta Mari yang cerewet sehingga seringkali bertengkar menjadi daya tarik pertama. Di sisi lain, kisah Yuji Kiba yang kembali bangun dari kematian setelah dinyatakan meninggal bersama orang tuanya dan dikhianati oleh keluarga dan pacarnya sendiri, menjadi cerita drama yang manusiawi dan tragis. Pertentangan antara Orphenoch yang ingin hidup berdampingan dengan manusia dengan Orphenoch yang ingin melenyapkan manusia juga membuat penonton greget.

 

2. KAMEN RIDER DEN’O
Tingkat keberhasilan: 70%
Pribadi target: Penyuka cerita time travel, cerita drama komedi yang ringan.

STORY
Ryotaro Nogami adalah pria muda dengan nasib buruk. Suatu hari, ia menemukan celah aneh dan benda-benda asing dari seorang gadis misterius dan kereta waktu bepergian menembus waktu untuk dirasuki oleh entitas yang disebut Imagin, makhluk dari masa depan alternatif yang jenisnya selalu berusaha mengubah masa lalu. Meskipun bingung dengan keadaan yang dihadapi, Ryotaro bersama dengan bantuan dari Imagin bernama Momotaros, berubah menjadi Kamen Rider Den-O dan bepergian mengarungi waktu yang berbeda menggunakan DenLiner untuk mencegah Imajin mengubah masa lalu untuk memengaruhi masa kini dan masa depan. Selama petualangannya, Ryotaro bertemu dengan Imagin lain yang membantunya Urataros si pembohong dan playboy, Kintaros si kuat dan kaku, dan Ryutaros yang kekanak-kanakan namun kuat. Dia kemudian bertemu Yuto Sakurai yang misterius dan rekannya Imagin yang kikuk bernama Deneb. Yuto bukan hanya Kamen Rider Zeronos tetapi juga inkarnasi dari Sakurai, tunangan kakak perempuan Ryotaro, Airi, yang menghilang secara misterius dan terikat pada misteri yang melibatkan Imagin dan seseorang yang dikenal sebagai Junction Point.

DAYA TARIK
Daya tarik utama dari dari seri ini adalah penggambaran Ryotaro Nogami sebagai seorang pemuda yang lemah dan selalu sial. Akting Takeru Sato saat berperan sebagai Ryotaro patut diacungkan jempol, terutama saat memerankan 5 karakter Ryotaro yang berbeda saat dirasuki oleh Imajin yang membantunya. Sosok Imajin sendiri, meskipun berbentuk monster, tetapi menarik dari sifat masing-masing yang unik. Interaksi Ryotaro dengan Imajin dan orang-orang di sekitarnya dalam berkelana sebagai Kamen Rider Den’O menghasilkan sebuah drama ringan yang diselingi dengan humor-humor segar.

 

3. KAMEN RIDER HIBIKI
Tingkat keberhasilan: 60%
Pribadi target: Penyuka misteri dan cerita yang unik.

STORY
Para Kamen Rider, yang dikenal sebagai Oni, bertarung dengan binatang pemakan manusia bernama Makamou dengan alat musik. Salah satu Oni adalah seorang pria bernama Hibiki yang memiliki hubungan “guru-dan-bakal murid” dengan Asumu Adachi, seorang anak laki-laki yang tidak yakin akan dirinya sendiri dan berada di persimpangan jalan dalam hidupnya saat ia transisi ke sekolah menengah. Asumu belajar menjadi orang dewasa dengan melihat perjuangan Hibiki dan Oni lainnya saat mereka semua berlatih bersama untuk mengasah keterampilan mereka dalam memerangi Makamou dan homunculi yang membantu mereka. Namun, kenaikan mendadak jumlah Makamou terbukti menjadi awal dari bencana yang akan datang.

DAYA TARIK
Hibiki bisa dikatakan Kamen Rider yang paling bukan Kamen Rider, tetapi lebih kepada cerita horor Jepang. Teknik bertempurnya juga tidak seperti seri Kamen Rider pada umumnya dan lebih banyak memperlihatkan alam. Tetapi ini justru menjadi daya tarik bagi non penggemar tokusatsu. Selain itu, cerita drama antara Hibiki dan Asumu cukup dalam jika dilihat dari sudut pandang penggemar cerita drama.

 

Pasti banyak yang bertanya, kenapa semuanya Kamen Rider Heisei. Terus terang jika dari segi cerita, seri Kamen Rider Heisei masih bisa diterima oleh penonton non fans Kamen Rider. Seri Kamen Rider Showa terlalu menekankan di aksi meskipun banyak yang ceritanya bagus, tetapi faktor visual yang berkesan kelam karena film lama turut berpengaruh. Kamen Rider Black meskipun dengan adanya Kotaro Minami yang bisa menjamin wanita suka sangat melihatnya, tidak ada jaminan akan mengikuti cerita secara keseluruhannya, karena yang penting bisa melihat Kotaro Minami muncul sudah cukup. Kamen Rider Shin yang ceritanya berat juga tidak cocok karena lebih berkesan sebagai film monster. Intinya, untuk membuat orang yang tidak suka atau tidak tahu mengenai tokusatsu menjadi tertarik dan suka, harus melalui pendekatan cerita yang dalam dan menyentuh. Selamat mencoba.

Related posts

Leave a Comment