Menikmati Film Jepang di Layar Lebar Bersama Japanese Film Festival 2026

Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan Japanese Film Festival (JFF), The Japan Foundation, Jakarta menghadirkan kembali JFF di sembilan kota sebagai respons dari antusiasme masyarakat Indonesia pada tahun 2025, yang memenuhi lebih dari 90% kapasitas hingga mencapai 21,346 penonton.
Tahun ini, JFF 2026 akan hadir di 9 kota yang sama namun dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga tidak hanya memberikan lebih banyak pilihan tontonan, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkenalan dengan beragam karya, genre, dan perspektif dari sinema Jepang.
Beberapa film yang menjadi highlight JFF 2026 kali ini diantaranya ada karya klasik Akira Kurosawa dari tahun 1957 berjudul Throne of Blood. Mengadaptasi tragedi Macbeth karya William Shakespeare ke dalam dunia samurai Jepang, berkisah tentang ambisi, kekuasaan, pengkhianatan, dan kehancuran dalam bahasa visual yang khas.
Juga ada Hula Girls (2006) yang kembali ke layar lebar dalam versi 4K Remastered. Disutradarai oleh Lee Sang-il, sineas di balik film fenomenal KOKUHO, film ini terinspirasi dari kisah nyata di Iwaki, Fukushima, ketika kemunduran industri batu bara mengancam kehidupan sebuah kota yang selama bertahun-tahun bergantung pada pertambangan. Saat pertama dirilis, Hula Girls meraih lebih dari satu juta penonton dan memenangkan lima penghargaan utama Japan Academy Film Prize, termasuk Best Picture dan Best Director, sekaligus terpilih sebagai perwakilan Jepang untuk Academy Awards.
Tak ketinggalan film yang mengadu akting Ken Watanabe dan Kentaro Sakaguchi dalam THE FINAL PIECE, sebuah film misteri kriminal yang mengangkat permainan shogi sebagai inti ceritanya. Diadaptasi dari novel karya Yuko Suzuki, film ini berhasil menampilkan alur cerita yang menarik dan tetap terjaga dengan baik sehingga film ini bukan sekadar film misteri pembunuhan biasa.
