Surrealism – Expanding from the Visual Arts to Advertising, Fashion and Interior Design Exhibition

Pada Bagian 1, saya dapat melihat interpretasi literal dari surealisme melalui objek 3D karya Marcel Duchamp dan Man Ray, yang diekspresikan ulang menjadi alat lain, atau berubah menjadi sesuatu yang aneh dengan menggabungkan dua ide atau fungsi berbeda menjadi satu objek. Anda bisa tertawa, merasa terganggu, atau sekadar terinspirasi—atau mungkin tidak sama sekali, jika Anda terlalu berpikiran realistis. Inilah saatnya untuk menembus batas diri Anda dan mulai bermain dengan pertanyaan “bagaimana jika…?” serta meraih imajinasi Anda sendiri.

Bagian 2, 3, dan 4 adalah bagian yang lebih familiar dalam kehidupan sehari-hari. Anda akan melihat fotografi, lukisan, serta contoh desain iklan yang mengadopsi konsep surealisme dalam karya mereka. Karya-karya dua dimensi ini menampilkan ikon pameran, René Magritte dengan lukisannya The Museum of the King, sebuah karya cat minyak di atas kanvas berukuran 130 × 89 cm yang dipinjam dari Yokohama Museum of Art, hingga karya yang kurang dikenal dari Salvador Dalí berjudul The Specter and the Phantom, berukuran 100 × 73 cm, yang dipinjam dari Nakanoshima Museum of Art, Osaka.
Sebagian besar karya ini dikumpulkan dari dalam negeri Jepang. Mengapa Jepang memiliki begitu banyak karya seni Eropa? “Semua karya yang dipamerkan dalam pameran ini dipinjam dari museum dan kolektor pribadi di Jepang,” jawab Hana Takigami. “Saya percaya hal ini juga menunjukkan besarnya minat terhadap surealisme di Jepang dalam jangka panjang.”
