Surrealism – Expanding from the Visual Arts to Advertising, Fashion and Interior Design Exhibition


Bagian 5 membawa kita ke dunia mode: gaun, botol parfum, dan perhiasan yang mengejutkan pengunjung dengan desain eksentrik. Meskipun pada tahun 1960-an hal ini terasa sangat revolusioner, kini pengunjung bisa melihat bagaimana mode dan desain produknya terus mengambil berbagai referensi untuk menciptakan sesuatu yang memancing rasa, terlihat berbeda, dan mengundang kekaguman.
Walaupun penulis sempat kecewa karena topi sepatu karya Elsa Schiaparelli tidak ditampilkan dalam pameran, penulis bisa memahami alasan pemilihan tiga gaun yang dipamerkan di kurasi ini menghadirkan kesan “sehari-hari”, sesuatu yang lebih sederhana namun tetap menghadirkan ilustrasi surealis yang playful pada kain sutra.
Hal ini juga mencerminkan dunia mode saat ini, di mana kita semakin sering melihat kain dengan cetakan digital, terutama melalui brand fast fashion dan ready-to-wear di seluruh dunia. Teknik ini menjadi cara paling mudah untuk mengekspresikan seni dan desain melalui storytelling ilustratif dalam format dua dimensi, sebelum akhirnya diwujudkan menjadi busana.
“Beberapa teknik yang kini umum digunakan dalam periklanan dan media lainnya sebenarnya berasal dari surealisme. Saya percaya penggunaan grafika komputer untuk menciptakan kolase dari berbagai gambar semakin mempercepat efek visual ini,” ujar Hana Takigami. “Media sosial saat ini, yang dipenuhi video pendek hasil editing sederhana, juga memiliki kemiripan dengan teknik ‘dépaysement’—yakni penempatan elemen-elemen di luar konteks aslinya.”
